Kamis, 25 Juni 2015

Pengaruh Puasa pada Tubuh dan Roh

Pada saat berbuka, seseorang yang berpuasa dianjurkan untuk memperhatikan bahwa yang pertama kali masuk kedalam perutnya jika ada, adalah minuman atau makanan yang hangat, sebelum menyantap menu makanan utama. Jika seseorang berpuasa berbuka dengan meminum air atau cairan yang manis, maka sekresi air kencingnya akan bertambah banyak, sehingga dapat mengakibatkan yang bersangkutan akan selalu merasa kehausan. Saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, misalnya kurma, sepotong roti kering dengan disertai minuman yang hangat. Setelah itu kira-kira setengah jam kemudian, baru menyantap makanan atau menu utama. Seseorang yang berbuka puasa dianjurkan untuk menghindari konsumsi minuman yang mengandung soda, minimal 2 jam setelah berbuka. Makanan waktu sahur sangat penting bagi orang yang sedang berpuasa, sebab dari hasil pencernaan makanan sahur tubuh seseorang dapat memanfaatkan cadangan kalori di sela-sela kekosongan makanan di siang hari. Karenanya, manu makanan sahur harus memenuhi unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Susu kental juga sangat bermanfaat pada saat sahur, karena susu mengandung zat-zat protein yang berharga, vital, dan tinggi. Susu juga menghimpun zat besi dan zat gula yang didalamnya dapat memudahkan pencernaan. Dalam uraian ini akan dimunculkan beberapa poin penelitian yang telah terkenal dan tersebar luas dengan beberapa catatan penting. Catatan-catatan itu pada dasarnya menyimpulkan bahwa puasa secara mutlak tidak membahayakan kesehatan, bahkan untuk sebagian orang puasa justru sangat bermanfaat ditinjau dari sudut kesehatan. Kalaupun ada seseorang yang menemui permasalahan kesehatan pada saat berpuasa, maka permasalahan itu muncul sebagai akibat yang bersangkutan termaksud orang yang tidak dibenarkan secara agama maupun medis untuk melakukan puasa. Padahal Rasulullah Saw bersabda, "Allah Saw menyukai sekali jika keringanan-keringanan yang diberikan-Nya ditunaikan". Puasa itu seharusnya menjadi suatu aktivitas menahan diri dari kerakusan dan keserakahan yang dapat mengakibatkan bahaya yang nyata bagi tubuh. Agar tidak berbahaya, seseorang yang berpuasa sangat dianjurkan berbuka dengan makanan berporsi kecil yang diperlukan untuk menutupi rasa laparnya. Setelah menunaikan sholat ia baru menyantap makanan berbuka secukupnya. Puasa selama Ramadhan dalam tinjauan psikologi adalah merupakan bulan kesabaran, menahan amarah, pengendalian emosi jiwa, jauh dari tinggi hati, dan contoh-contoh akhlak mulia lainnya. Di samping itu Ramdhan juga menjadi bulan kesucian jiwa, bulan petunjuk bagi hati, bulan kesadaran nurani, bulan pelatihan mengendalikan keinginan, dan bulan jauh dari sikap pamer. Ramdhan dikatakan jauh dari sikap pamer, karena tidak ada lagi hal yang menghalangi seseorang yang berpuasa dari makanan yang bersembunyi-sembunyi, kemudian ia menampakan puasanya karena pamer. Pengaruh puasa ditinjau dari kaca mata moralitas adalah bahwa puasa mengaruskan seseorang menahan hawa nafsu sehingga nafsunya bisa dikendalikan. Puasa juga mengharuskan agar tidak ada permusuhan maupun kemarahan selama melaksanakan ibadah tersebut. Bahkan kalau ada orang lain yang mengajaknya bertengkar, maka ia harus mencegahnya dengan mengatakan pada orang itu, " Saya sedang berpuasa". Puasa juga mendorong seseorang untuk jauh dari berkata dusta dan keji, serta menghiasi diri dengan hal-hal utama. Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan berlaku dusta, maka puasaya hanya mempunyai arti lapar dan dahaga saja." Nabi Saw juga telah bersabda, "Seorang yang berpuasa terkadang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali hanya lapar dan dahaga." Maksud hadis tersebut berlaku pada orang-orang yang tidak mau menghiasi diri dengan akhlak-akhlak utama, baik dalam ucapan atau perbuatan. - Ensiklopedia Mukjizat Al-Qu'an dan Hadis - (Jilid 4 | Kemukjizatan Psikoterapi Islam) Ingin tahu Artikel lengkapnya..?? Ayooo miliki sekarang jugaaa...!!! kiki emotikon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar